4 min read

Review Bank Jago, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Review Bank Jago, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?
Illustration Photo by Tech Daily / Unsplash

3 Bulan Menggunakan Bank Jago

Pertama kali saya melihat brand Bank Jago adalah saat akan transaksi di aplikasi Bibit. Saat itu rasanya sangat tepat karena kebetulan, sudah tidak betah menggunakan Jenius yang seringkali aplikasinya lambat. Saat itu juga saya terpikat dengan review dan screenshot tampilan di App Store dan langsung mendownload serta daftar saat itu juga. Kini, sudah 3 bulan saya dan istri menggunakan Bank Jago dan sejauh ini, Bank Jago memberikan pengalaman bertransaksi dan menabung yang sangat nyaman dan terbaik dari pesaingnya, dengan berbagai fitur yang diberikan, serta kecepatan dan interaksi aplikasi yang baik.

Saya akan coba bagikan pengalaman saya menggunakan aplikasi Bank Jago, apa saja solusi yang ditawarkan dan kemudahan apa saja yang didapatkan. Mungkin saya tidak terlalu bahas aspek bankingnya, karena bukan hal yang saya terlalu pahami. Tapi saya akan coba bagikan dari sisi user experience dan fitur penggunaan aplikasinya.

Kebutuhan dan Kemudahan

Apa yang membuat saya menyukai Bank Jago adalah karena Bank Jago menjawab kebutuhan serta memberikan kemudahan. Berikut salah satu contohnya:

1. Mengelola Transaksi Rumah Tangga

Photo by sydney Rae / Unsplash

Permasalahan yang saya alami saat itu adalah bagaimana mengelola transaksi rumah tangga, karena kadang kala transaksi menggunakan debit saya, kadang juga menggunakan debit istri. Alhasil, setiap bulan sangat sulit untuk melihat dan mengalokasikan berapa budget dan seberapa besar pegeluaran. Bank Jago mensolusikan hal tersebut dengan menggunakan fitur sharing pocket, dimana satu kantong bisa saya alokasikan khusus untuk pengeluaran rumah tangga sehari hari yang dapat diakses oleh saya dan juga istri. Sehingga siapapun yang membeli sayuran, ataupun membeli makan malam, semuanya tercatat di satu pocket Rutang (Rumah Tangga).

Pocket Rutang yang Saya Gunakan Bersama Istri

2. Kontribusi Bersama Dalam Menabung

Pocket yang ada di Bank Jago terbagi menjadi dua jenis, ada yang untuk saving, ada pula untuk spending. Sama hal nya dengan pengelolaan pengeluaran rumah tangga, proses menabung saya dan istri menjadi lebih mudah. Biasanya saya dan istri menggunakan sharing pocket ini untuk menabung yang sagat jangka pendek, atapun menampung uang yang akan ditabung. Setelah ada waktu biasanya saya pindahkan ke instrumen investasi lain seperti reksadana ataupun saham. Selain itu, pada saving pocket ini kita bisa mengatur target. Sehingga membuat proses menabung lebih terukur dan memotivasi.

3. Pembayaran Online

Ini bukan hal yang baru, namun jika tidak ada fitur ini, akan sangat ada yang kurang dan bikin ragu untuk menggunakan. Karena saya tidak memiliki kartu kredit, pembayaran langganan aplikasi yang saya miliki sangat bergantung pada ini. Dengan adanya pocket pun saya jadi bisa memisahkan satu pocket yang semata mata ditujukan untuk transaksi App Store.

4. Kemudahan Transaksi Bibit dan Gojek

Detail Transaksi Gojek Pada Aplikasi Bank Jago

Bank Jago saat ini sudah terintegrasi dengan aplikasi Bibit dan Gojek. Kedua aplikasi ini juga merupakan aplikasi yang selalu saya gunakan. Kemudahan yang diberikan adalah kita tidak perlu repot top up saldo lagi gojek, dan juga menabung otomatis di Bibit menjadi lebih mudah karena terintegrasi langsung dengan pocket Bank Jago kita. Saya harap, integrasi seperti ini dapat di perluas ke aplikasi-aplikasi lainnya.

Apa Saja yang Kurang?

Dengan segala kelebihan yang dimiliki Bank Jago, masih ada beberapa fitur yang kurang untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari saya.

1. Pocket Tidak Bisa Disambungkan ke Beberapa Kartu

Tidak Ada Pocket Rutang Saya

Balik lagi ke activitas transaksi rumah tangga, ada kalanya transaksi tersebut kami lakukan lewat online (via transfer ataupun debit), namun ada kalanya juga kami lakukan di supermarket. Nah, karena kami ingin transaksi debit tersebut tercatat juga di pocket Rutang kami, maka kami coba membuat kartu fisik, yang mana Bank Jago juga menyediakan hal tersebut. Namun sayangnya, dalam proses pembuatan kartu, kartu fisik tersebut tidak bisa disambungkan dengan pocket Rutang kami. Hal ini terjadi karena pocket Rutang, sudah terkoneksi ke e-card yang kami gunakan untuk transaksi online. Jadi saat ini, transaksi pocket kami masih belum lengkap karena jika belanja langsung di toko, kami tidak bisa menggunakan pocket Rutang untuk transaksi. Mudah mudahan ini bisa disolusikan di masa mendatang supaya lengkap sudah solusi transaksi rumah tangga saya. Semua history transaksi ada di satu tempat. Sehingga budgeting dan monitoring pengeluaran sangat lebih mudah.

2. Auto Nabungnya Bibit Tidak Bisa Pilih Pocket

Auto nabung di bibit hanya akan memotong saldo yang ada di Main Pocket, kita tidak bisa pilih pocket mana yang ingin dihubungkan. Sayang sekali, padahal pada aplikasi Gojek, pocket yang akan digunakan bisa kita pilih. Hal ini sangat berguna bagi kami karena kami menggunakan satu pocket terpisah yang digunakan untuk menampung dana tabungan. Sehingga semua transaksi menabung ataupun perpindahan dana dari bank ke instrumen investasi tercatat di satu pocket. Semestinya untuk pembayaran bibit dapat memilih pocket yang diinginkan dan untuk pencarian bibitnya juga akan sangat keren jika bisa kita pilih juga.

3. Export Transaksi ke CSV

Ini kekurangan terakhir yang menurut saya sangat mudah diwujudkan di aplikasi ini. Saya membutuhkan fitur untuk dapat mengexport data transaksi ke csv. Saat ini di Bank Jago fitur laporannya hanya ada berupa pdf. Laporannya menurut saya bagus, hanya saja terkadang saya butuh "data mentah" nya. Sehingga bisa saya olah sendiri di aplikasi lain. Mudah-mudahan fitur sederhana ini akan ada di beberapa waktu mendatang.

Sekian pengalaman dan pendapat saya dalam menggunakan Bank Jago untuk transaksi sehari-hari. Mudah mudahan kekurangannya ini akan tersolusikan nantinya 🙂

Comments

Sign in or become a hirzani member to join the conversation.
Just enter your email below to get a log in link.